KABARSINJAI.COM, SINJAI, – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sinjai bersama Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bulukumba menggelar press release kinerja APBN Kabupaten Sinjai periode hingga triwulan II tahun 2026, di Aula KPPN Sinjai, Kamis (27/8/2026).
Kepala KPPN Sinjai, Suhartono, memaparkan bahwa realisasi pendapatan Kabupaten Sinjai mencapai Rp30,74 miliar atau 45,36% dari target Rp67,77 miliar.
Angka ini meningkat Rp4,04 miliar (15,13% yoy) dibandingkan tahun lalu. Penerimaan perpajakan mendominasi dengan Rp26,56 miliar, naik 22,51% terutama dari PPh Pasal 21, PPN Dalam Negeri, serta setoran deposit pajak.
Sementara itu, PNBP sebesar Rp4,18 miliar justru mengalami kontraksi 16,73%.Di sisi belanja, realisasi APBN Kabupaten Sinjai tercatat Rp527,29 miliar atau 52,11% dari pagu Rp1,011 triliun. Namun, belanja negara turun Rp28,87 miliar (5,19% yoy) akibat menurunnya transfer ke daerah.
"Belanja pemerintah pusat justru meningkat 23,47% menjadi Rp120,74 miliar, didorong oleh belanja barang dan belanja modal, termasuk proyek konstruksi satker mitra kerja KPPN Sinjai," katanya.
Belanja pegawai mencapai Rp70,96 miliar (50,10%), belanja barang Rp20,59 miliar (45,41%), dan belanja modal Rp29,19 miliar (30,92%).Untuk transfer ke daerah, realisasi TKD sebesar Rp406,55 miliar (55,66%) mengalami kontraksi 11,31% yoy.
Rinciannya: DBH Rp1,96 miliar (kontraksi 28,61%), DAU Rp305,11 miliar (kontraksi 9,51%), DAK Non Fisik Rp83,20 miliar (naik 4,50%), Dana Desa Rp16,28 miliar (kontraksi 53,35%), sementara DAK Fisik belum tersalurkan hingga akhir Juni 2026.
Suhartono menekankan bahwa capaian ini mencerminkan dinamika fiskal daerah yang perlu terus dioptimalkan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat Sinjai secara berkelanjutan. (*)





