KABARSINJAI.COM, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin gelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati di Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Selasa (28/7/2026).
Edukasi kepada masyarakat itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan dipusatkan di Atakkae, Dusun Barang II, Desa Lamatti Riattang dipandu mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Ghina Raudhatul Jannah.
Ghina menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan-bahan alami yang mengandung senyawa aktif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Pada sesi demonstrasi, ia memperagakan cara pembuatan pestisida nabati menggunakan daun pepaya, sereh, daun sirih, daun sirsak, bawang putih, dan lidah buaya yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti papain, alkaloid, minyak atsiri, fenol, tanin, asimisin, allicin, serta senyawa antibakteri.
"Kami ingin mendorong petani memanfaatkan potensi bahan alami yang tersedia di sekitar mereka sebagai pestisida nabati. Selain mudah dibuat dan ekonomis, cara ini menjadi langkah menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, serta mampu mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia," ujar Ghina.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait budidaya jagung, padi, dan tanaman hortikultura.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung oleh petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Hal itu juga diapresiasi Kepala Desa Lamatti Riattang, Nasrullah, menurutnya edukasi yang diberikan merupakan solusi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam mengendalikan hama menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sinjai.(*)



