,

Menu Utama

Tim SSIC Verifikasi Proyek Industri Minyak Ikan Andalan Sinjai

, Selasa, Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T13:41:57Z

 

Foto / Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa saat menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Gedung Command Cebter Sinjai.


KABARSINJAI.COM - Kabupaten Sinjai masuk dalam lima besar ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 melalui dokumen investasi Investment Project Ready to Offer (IPRO) bertajuk Pusat Industri Minyak Ikan Andalan Sinjai (Prima Sinjai). Posisi tersebut mengantarkan Sinjai ke tahap verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026).


Verifikasi lapangan menjadi tahapan untuk menguji kesesuaian antara dokumen investasi yang diajukan dengan kondisi riil di lokasi proyek yang direncanakan di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.


Dalam pemaparan kepada tim verifikasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menekankan potensi sektor perikanan tangkap sebagai basis pengembangan proyek. Produksi perikanan tangkap Sinjai mencapai sekitar 55 ribu ton per tahun, dengan komoditas utama berupa cakalang, tongkol, dan tuna yang dinilai memiliki prospek sebagai bahan baku industri minyak ikan.


Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mengatakan potensi tersebut menjadi modal utama untuk mendorong pengembangan industri hilir berbasis perikanan.


"Sinjai memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar, mencapai sekitar 55.000 ton per tahun. Potensi ini menjadi fondasi kuat dalam pengembangan industri hilir berbasis perikanan," ujarnya.


Melalui proyek Prima Sinjai, pemerintah daerah menawarkan peluang investasi yang mengusung konsep Blue Economy dan Zero Waste. Pengembangan industri minyak ikan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, memperkuat industri pengolahan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.


Kepala DPMPTSP Sinjai, Lukman Dahlan mengatakan pemerintah daerah juga terus meningkatkan kemudahan perizinan dan pelayanan investasi guna mendukung masuknya investor ke daerah.


Selain melakukan pemaparan, tim verifikasi turut meninjau kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan industri untuk menilai kesiapan lahan serta kelayakan proyek yang diusulkan.


SSIC merupakan program tahunan Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) yang bertujuan mendorong lahirnya proyek investasi daerah yang siap ditawarkan kepada investor. Program ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan.


(**)

Iklan