![]() |
| Foto / kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) yang digelar di Gedung Command Center Sinjai |
KABARSINJAI.COM - Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai mulai mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) yang digelar di Gedung Command Center, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, yang hadir mewakili Bupati Sinjai. Sejumlah pelaku usaha besar dan menengah, instansi pemerintah, hingga pimpinan perusahaan turut ambil bagian dalam agenda tersebut.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah dan BPS berupaya memperkuat pemahaman para pelaku usaha terkait pentingnya pendataan ekonomi nasional sekaligus memberikan pendampingan dalam pengisian kuesioner SE2026.
Dalam sambutannya, Andi Ilham menegaskan bahwa Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan data akurat mengenai kondisi perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan investasi, hingga arah pengambilan keputusan ekonomi di Kabupaten Sinjai.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan. Karena itu, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data secara jujur serta lengkap,” katanya.
Ia juga mengapresiasi BPS Kabupaten Sinjai yang terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha demi menyukseskan pelaksanaan SE2026.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sinjai, H. Syamsuddin, menjelaskan bahwa konsep “Ngibar” atau Ngisi Bareng dibuat untuk memudahkan perusahaan dalam mengisi kuesioner sensus melalui pendampingan langsung dari petugas BPS.
Menurutnya, metode tersebut diharapkan mampu meminimalkan kesalahan pengisian data sehingga hasil sensus benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh skala usaha, mulai dari mikro hingga usaha besar. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan setiap data yang masuk berkualitas dan sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 dan menjadi salah satu agenda nasional dalam memetakan kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
(**)







