![]() |
| Foto / Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa |
KABARSINJAI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026, Senin (20/7/2026).
Peringatan Harkopnas yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong penguatan kelembagaan koperasi agar semakin mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mewakili Bupati Sinjai, Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menyampaikan bahwa tema Harkopnas tahun ini, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", menjadi pengingat pentingnya membangun koperasi yang kuat, profesional, dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Menurutnya, Pemkab Sinjai terus memberikan perhatian terhadap pengembangan koperasi melalui berbagai program pembinaan dan penguatan kelembagaan. Salah satu langkah nyata yang telah diwujudkan adalah terbentuknya 80 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kini telah hadir di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sinjai.
"Kita berharap koperasi di Sinjai terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain memperkuat kemandirian desa, koperasi juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, pengurus koperasi hingga masyarakat, untuk memperkuat gerakan koperasi agar semakin inovatif dan mampu memanfaatkan transformasi digital dalam meningkatkan daya saing.
Melalui peringatan Harkopnas ke-79 ini, Pemkab Sinjai berharap koperasi semakin kokoh sebagai pilar ekonomi rakyat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
(**)


