KABARSINJAI.COM, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mendorong keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga keluarga dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa saat menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II dan Forum Komunikasi Publik di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Selasa (12/5).
Menurutnya, sejumlah persoalan seperti stunting, ibu hamil risiko tinggi, penyakit menular hingga sanitasi lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kesehatan adalah urusan bersama. Stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga orang tua dan lingkungan keluarga. Begitu juga persoalan TBC, malaria, DBD maupun sanitasi, semuanya membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat,” kata Andi Jefrianto yang juga Plt Kadinkes Sinjai.
Ia juga mengatakan pentingnya transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini mulai diterapkan. Konsep tersebut menitikberatkan pada deteksi dini, pencegahan, dan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh lagi bersifat menunggu masyarakat datang berobat, melainkan harus aktif menjangkau kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia.
“Anak harus dipastikan status gizinya, ibu hamil harus terpantau kesehatannya. Prinsipnya mendeteksi lebih awal dan mencegah sebelum sakit,” ujarnya.
Meski Kabupaten Sinjai telah meraih sejumlah capaian di sektor kesehatan, termasuk predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) untuk RSUD Sinjai, ia mengingatkan masih adanya keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang perlu segera dibenahi.
Karena itu, jajaran kesehatan diminta membangun pola kerja yang lebih disiplin, cepat merespons, dan berorientasi pada penyelesaian masalah di lapangan.
Ia juga meminta pemerintah desa memanfaatkan dukungan anggaran dan kebijakan desa untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, termasuk mendukung kegiatan posyandu dan pencegahan stunting.
“Desa harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan tidak muncul kasus stunting baru,” tegasnya. (*)








