![]() |
| Foto/ Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar di Aula Serbaguna Dispusip Sinjai |
KABARSINJAI.COM - Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Sinjai terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar di Aula Serbaguna Dispusip Sinjai, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 22 Mei 2026 ini diikuti 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai.
Mengusung tema “Sinergi Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi untuk Sama-Samaki Membangun Ekosistem Budaya Baca yang Berkelanjutan”, bimtek tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan peserta dalam memahami dan mengelola informasi di tengah derasnya arus digital.
Ketua panitia, Muh. Ikbal menjelaskan, peserta dibekali keterampilan mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran sumber, hingga mengevaluasi validitas informasi agar dapat digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kemampuan literasi informasi menjadi kebutuhan penting, khususnya di era digital yang dipenuhi berbagai sumber informasi dengan tingkat kredibilitas yang berbeda-beda.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengakses, memilah, dan memanfaatkan informasi yang terpercaya, baik dalam lingkungan pendidikan maupun profesi,” jelasnya.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan serta pegiat literasi Sulawesi Selatan.
Kepala Dispusip Sinjai, Abdul Aziz Amin menyampaikan bahwa penguatan literasi informasi menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan media digital.
Ia menilai masyarakat saat ini dituntut lebih cermat dalam menyaring informasi, terutama di tengah maraknya hoaks dan disinformasi yang mudah tersebar melalui media sosial dan internet.
“Literasi informasi bukan hanya kemampuan mencari informasi, tetapi juga kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa perpustakaan kini dituntut bertransformasi menjadi ruang pembelajaran masyarakat yang lebih terbuka dan inovatif, tidak sekadar menjadi tempat membaca.
“Perpustakaan harus hadir sebagai pusat belajar, kreativitas, dan pengembangan kapasitas masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Sinjai juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas literasi, dan masyarakat dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan di Kabupaten Sinjai. (**)







