,

Menu Utama

Program MBG Dinilai Hidupkan Ekonomi Desa hingga Rp10,8 Miliar

, Minggu, Mei 17, 2026 WIB Last Updated 2026-05-17T01:19:32Z

 

Foto/ Presiden RI, Prabowo Subianto

KABARSINJAI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat berdampak terhadap perekonomian lokal terutama di desa-desa. Sejak ada MBG, sekitar Rp 10,8 miliar uang belanja pemerintah bergerak ke wilayah pedesaan.


"Tiap hari di desa beredar uang 3.000 kali Rp 15.000, ada yang lebih ada yang sedikit, berkurang dan sebagainya. 3.000 kali Rp 15.000, Rp 45 juta tiap hari, dan di situ adalah 5 hari seminggu kali 4, 20 hari kali Rp 45 juta.

Berarti Rp 900 juta tiap bulan, kali 12. 12 kali Rp 900 juta, Rp 10,8 miliar," katanya dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).


Menurutnya, pergerakan dana pemerintah pusat ke desa ini jauh lebih besar daripada program dana desa, yang setiap desa hanya mendapatkan Rp 1 miliar untuk pembangunan. Meski ia mengakui dalam pelaksanaannya pemerintah desa harus lebih dulu membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


"Yang tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp 1 miliar dana desa, dengan MBG kita tambah Rp 10 miliar. kita pakai dulu uang dana desa, kita pake dulu Rp 500 juta ya, tapi 6 tahun akan kembali," ujarnya


Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan perputaran dana Rp 10,8 miliar ini hanya untuk memenuhi menu makanan penerima manfaat. Namun di saat yang bersamaan, dengan adanya konsumsi makanan hingga miliaran rupiah, para produsen di desa juga ikut dapat manfaat.


Dalam hal ini para peternak dan pedagang dari desa bisa ikut merasakan manfaat dari MBG karena produk-produk mereka jadi laku terbeli. Membuat anggaran yang dikeluarkan pemerintah memberikan multiplier effect yang lebih besar.


"Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ, artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik, nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri," ucap Prabowo.


Dengan begitu, menurutnya sekian ratus triliun rupiah anggaran MBG akan sepenuhnya beredar di perekonomian setiap wilayah Indonesia dengan lebih merata. Ditambah dengan operasional Koperasi Desa Merah Putih, pelaksanaan makan gratis ini akan menjadi lebih efisien.


"MBG ditambah dengan kooperasi desa merah putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," terangnya.


Dalam konteks ini, 1.061 unit Kopdes sudah beroperasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menargetkan sekitar 3.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.


"Kalau umpamanya tidak sampai 30.000, kalau hanya sampai 20.000, saya katakan 20.000 ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Kita buktikan hari ini dan kita buktikan nanti bulan Agustus, 20.000 minimal kooperasi berdiri, dan kita lihat Desember seribu desa nelayan, dan kita lihat tahun 2027 berapa ratus sekolah baru kita bangun, berapa sekolah rakyat kita bangun," ucap Prabowo.


(**)

Iklan