,

Menu Utama

Bullying Jadi Perhatian, Bupati Sinjai Minta Sekolah Lebih Responsif

, Selasa, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T03:18:53Z

 

Foto/ Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif saat membuka lomba semarak Hardiknas 2026 di Lapangan Tenis Andi Arifuddin Mattotorang Kabupaten Sinjai


KABARSINJAI.COM - Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menaruh perhatian serius terhadap maraknya praktik bullying di lingkungan sekolah. 


Ia menegaskan bahwa perundungan tidak boleh lagi dianggap sebagai hal biasa karena dapat memengaruhi kenyamanan dan perkembangan peserta didik.


Hal tersebut disampaikan Bupati Ratnawati saat membuka kegiatan Semarak Hardiknas di Lapangan Tennis Andi Arifuddin Mattotorang beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bebas dari intimidasi.


Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut maupun tekanan psikologis.


“Tidak boleh lagi ada bullying di sekolah. Setiap anak berhak merasa aman dan dihargai. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan tumbuh,” ujarnya.


Ratnawati menilai upaya pencegahan bullying tidak cukup hanya mengandalkan pihak sekolah. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting dalam membangun karakter anak serta menanamkan sikap saling menghormati sejak dini.


Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara guru dan orang tua agar persoalan yang muncul di lingkungan sekolah dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.


Selain itu, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sinjai diminta lebih peka terhadap berbagai bentuk perundungan, baik verbal, fisik, maupun melalui media sosial.


Pengawasan dan pendampingan terhadap siswa, menurutnya, perlu diperkuat agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak.


“Pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, empati, dan kepedulian antarsesama,” kata Ratnawati. (**)


Iklan