Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Edukasi dan Skrining HIV Dinkes dan KPAD Jangkau 190 Napi Rutan Kelas IIB Sinjai

Azifa
, Jumat, Desember 12, 2025 WIB Last Updated 2025-12-12T03:26:13Z

Dinkes dan KPAD Sinjai menyambangi Rutan Kelas IIB Sinjai melakukan deteksi dini HIV. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sinjai menjadi saksi nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. 


Sebanyak 190 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Nara pidana (Napi) mengikuti kegiatan edukasi dan skrining HIV sebagai bagian dari kolaborasi strategis antara Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, Jumat (12/12/2025).


Kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2025, dan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah konkret untuk menjangkau kelompok rentan yang kerap terpinggirkan dalam akses layanan kesehatan. 


Dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Komunitas”, program ini menempatkan warga binaan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai calon agen perubahan di masyarakat.


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sinjai sekaligus Wakil Ketua KPAD, dr. Emmy Kartahara Malik, membuka kegiatan dengan pesan kuat tentang pentingnya deteksi dini dan edukasi yang tepat. 


“Warga binaan memiliki hak yang sama untuk sehat. Dengan pemahaman yang benar dan pemeriksaan rutin, kita bisa bersama-sama memutus rantai penularan HIV,” tegasnya.


Dipimpin oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan, Akhirani, kegiatan ini melibatkan tim lintas sektor yang bekerja bahu-membahu memastikan pelaksanaan berjalan aman, edukatif, dan penuh empati. 


Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh dr. Sudirman, Ph.D, Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia Cabang Sinjai, yang membahas cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan berkala.


Skrining HIV dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, dengan pendekatan yang menghargai privasi dan kenyamanan warga binaan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga membekali para WBP dengan pengetahuan yang dapat mereka bawa saat kembali ke masyarakat.


Melalui program ini, Pemkab Sinjai menegaskan bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak, tanpa kecuali. Tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang dilupakan. (*)

Iklan