![]() |
| Foto / Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif didampingi Ketua Baznas Sinjai menyerahkan bantuan baznas kepada warga Pulau Sembilan |
KABARSINJAI.COM – Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan hingga ke wilayah kepulauan, salah satunya Kecamatan Pulau Sembilan yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, infrastruktur dan pasar.
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif mengatakan, kondisi geografis Pulau Sembilan membutuhkan intervensi dan kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan akses terhadap bantuan maupun program pemberdayaan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri penyaluran bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sinjai kepada masyarakat Pulau Sembilan.
Menurut Ratnawati, kehadiran Baznas di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat Pulau Sembilan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan lembaga zakat hadir untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal,” ujarnya.
Dalam penyaluran tersebut, Baznas memberikan 16 unit kasur antidecubitus kepada warga yang mengalami kondisi sakit dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring.
Bantuan tersebut tersebar di empat desa, yakni Desa Pulau Harapan sebanyak 9 penerima, Desa Persatuan 3 penerima, Desa Padaelo 2 penerima dan Desa Buhung Pitue 2 penerima.
Selain itu, Baznas menyalurkan bantuan zakat kepada empat mustahik, dukungan untuk satu masjid di Desa Persatuan, serta 40 paket sembako untuk masyarakat di empat desa. Masing-masing desa menerima 10 paket sembako.
Bupati Ratnawati juga menegaskan, bahwa Pemkab Sinjai akan terus mengarahkan program penanggulangan kemiskinan agar menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mandiri.
Sejumlah program yang menjadi perhatian di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni, pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi keluarga miskin, serta percepatan penurunan stunting melalui layanan posyandu terintegrasi.
“Kami juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS, khususnya dalam pemberian bantuan modal usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi,” katanya.
Bupati juga mendorong masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakat untuk menyalurkannya melalui lembaga resmi. Dengan demikian, pengelolaan zakat, infak dan sedekah dapat dilakukan secara lebih terarah dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, Baznas Kabupaten Sinjai terus memperluas sosialisasi zakat agar pemahaman masyarakat tidak hanya terbatas pada zakat fitrah, tetapi juga mencakup zakat mal, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya.
Dana yang dihimpun selanjutnya disalurkan melalui berbagai program di bidang kemanusiaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan advokasi.
Ratnawati berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian.
“Manfaatkan bantuan ini dengan bijak, jadikan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi dan kelola dengan penuh rasa tanggung jawab,” pesannya.
(**)




