,

Menu Utama

Dinkes Sinjai Gelar Monitoring dan Evaluasi Kesehatan Haji Tahun 2026

Stmniar
, Senin, September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T11:27:26Z

 


KABARSINJAI.COM, — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Kesehatan Haji Kabupaten Sinjai Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan jemaah haji yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan di Aula Dinkes, Senin (28/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan jemaah haji tahun 2026 sekaligus menyusun langkah perbaikan dalam menghadapi pemeriksaan dan pembinaan kesehatan calon jemaah haji tahun 2027.


Kepala Dinkes Kabupaten Sinjai, Kahar Anies menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Labkesda, serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam pelayanan kesehatan jemaah haji tahun 2026.


Menurutnya, Profil penyakit yang ditemukan pada calon jemaah haji menjadi salah satu poin penting. Berdasarkan hasil pemeriksaan, lima penyakit yang paling banyak ditemukan yaitu hipertensi primer, cardiomegaly (pembesaran jantung), hipercolesterolemia, hypertensive heart disease, dan cystitis.


"Data tersebut menunjukkan bahwa hipertensi dan gangguan kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini penting untuk diantisipasi mengingat jemaah haji akan menghadapi aktivitas fisik yang tinggi, perubahan suhu dan lingkungan, perjalanan panjang, serta perubahan pola istirahat dan makan," jelasnya.


Hasil evaluasi tahun 2026 akan menjadi dasar dalam memperkuat pelayanan kesehatan haji tahun 2027. Beberapa hal menjadi perhatian, seperti penguatan deteksi dini penyakit, pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol dan obesitas, serta pemantauan jemaah dengan penyakit kronis melalui Puskesmas dan Rumah Sakit.


"pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk deteksi dini, pengendalian faktor risiko, pengobatan, pembinaan, dan pemantauan kesehatan secara berkesinambungan," tambahnya.


Selain itu, edukasi kesehatan sebelum keberangkatan perlu ditingkatkan agar calon jemaah memiliki kesiapan fisik dan pengetahuan dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.


Monitoring dan Evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan pelayanan ke depan. Rencana tindak lanjut yang dihasilkan juga diharapkan dapat dilaksanakan dan dipantau secara berkala.


Kesehatan jemaah haji perlu dipersiapkan sejak dini, bukan hanya menjelang keberangkatan. Dengan pelayanan yang terintegrasi, deteksi dini, pembinaan berkelanjutan, dan pengendalian faktor risiko, diharapkan calon jemaah haji Kabupaten Sinjai tahun 2027 memiliki kesiapan kesehatan yang lebih baik dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.(*)

Iklan