,

Menu Utama

Sinjai Berpacu Lawan KLB Campak, Semua Elemen Diminta Bergerak

, Senin, April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-06T10:32:18Z

 



KABARSINJAI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus memperkuat langkah penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang masih menjadi perhatian serius. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) capaian imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI).


Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda)  Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, ini diikuti oleh jajaran terkait mulai dari OPD, camat, pihak rumah sakit hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Sinjai. Seluruh peserta mengikuti pertemuan secara virtual, Senin (6/4/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Sekda menegaskan bahwa penanganan campak harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap monev sebagai rutinitas biasa, melainkan sebagai langkah evaluasi penting untuk memastikan penanganan berjalan optimal di lapangan.


"Perhatian khusus diberikan pada wilayah dengan capaian imunisasi yang masih rendah", Tegasnya yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai


Sekda meminta agar dilakukan langkah cepat melalui sweeping dalam waktu maksimal 1x24 jam, dengan melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga kelompok masyarakat di tingkat desa.


"Tak hanya fokus pada teknis imunisasi, aspek komunikasi kepada masyarakat juga menjadi sorotan.", Harapnya. Sekda menilai masih adanya penolakan imunisasi menunjukkan perlunya perbaikan dalam cara penyampaian informasi kepada warga.


Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid dan komunikasi yang lebih efektif, Kabupaten Sinjai dapat segera keluar dari status KLB campak.


"Data terbaru per 6 April 2026 mencatat, jumlah kasus campak di Sinjai mencapai 76 kasus. Sementara cakupan imunisasi baru berada di angka 59,04 persen, atau 5.462 anak dari total 9.252 sasaran usia 9 hingga 59 bulan", Jelasnya


Pemkab Sinjai pun terus menggenjot upaya pencegahan dan edukasi secara bersamaan. Masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita, diimbau untuk tidak ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi campak demi mencegah risiko yang lebih berat. (**)



Iklan