Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Inflasi Terkendali, Bupati Ratnawati Dorong Sinergi Semua Pihak Jaga Harga dan Daya Beli

Azifa
, Rabu, Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T11:29:31Z

HLM TPID Kabupaten Sinjai di ruang pola kantor Bupati Sinjai. (Wan)

KABARSINJAI.COM,  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hal ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (14/1/2026) siang.


Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, dan dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir, perwakilan Forkopimda, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama A, Kepala BPS Sinjai Syamsuddin, serta Kepala Bulog Sinjai Adriansyah.


Bupati Ratnawati menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah untuk mengidentifikasi kondisi terkini inflasi daerah, merumuskan langkah konkret dan terukur, serta memperkuat koordinasi antar instansi dalam menghadapi potensi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momentum strategis lainnya.


“Pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kebijakan pengendalian inflasi melalui penguatan sektor produksi, kelancaran distribusi, stabilisasi harga, serta perlindungan daya beli masyarakat,” tegas Bupati Ratnawati.


Orang nomor satu di Kabupaten Sinjai, ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pendampingan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan sangat baik.


Melalui forum ini, Bupati Ratnawati berharap dapat menghasilkan rumusan kebijakan dan rekomendasi yang konstruktif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Sinjai.


“Meski inflasi saat ini terbilang cukup aman, saya minta semua pihak tetap berkomitmen memperkuat kebijakan dan menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga harga, stabilitas, dan ketersediaan stok pangan,” harapnya.


Ketua Harian TPID Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menyampaikan bahwa Pemkab Sinjai melalui TPID secara konsisten melakukan koordinasi, pemantauan, dan pengendalian inflasi. 


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sinjai pada akhir 2025 tercatat sebesar 3,88 persen, dengan komoditas penyumbang utama kenaikan harga yakni daging ayam, cabai rawit, dan bawang merah. Namun, memasuki minggu kedua Januari 2026, Sinjai justru mengalami deflasi sebesar -2,14 persen. 


"Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian inflasi berjalan cukup efektif dan terkoordinasi," pungkasnya Andi Jefrianto yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai.


Lebih jauh, Andi Jefrianto membeberkan langkah-langkah strategis yang dilakukan sebagai upaya pengendalian Inflasi di Kabupaten Sinjai seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, sidak pasar, serta pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok akan terus digencarkan sebagai bagian dari strategi 4K, diantaranya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. (*)



Iklan