Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Kadinkes Sinjai Kupas Tuntas Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Pelajar di Radio Suara Bersatu

Andika Arya
, Selasa, Juli 22, 2025 WIB Last Updated 2025-07-22T15:17:07Z
Kadinkes Sinjai dr Emmy Kartahara Malik saat menghadiri dialog interaktif di radio Suara Bersatu. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai kembali mencatat langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan anak usia sekolah melalui peluncuran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Anak Sekolah, yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2025.


Sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, tampil sebagai narasumber dalam talkshow interaktif bertajuk "OPD Bicara", yang disiarkan langsung oleh Radio Suara Bersatu, Selasa siang (22/7/2025).


Dalam paparannya, dr. Emmy menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Kesehatan RI yang menyasar anak sekolah usia 7–17 tahun, mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA/sederajat. 


Tujuan utamanya adalah deteksi dini masalah kesehatan, mulai dari anemia, gangguan penglihatan dan pendengaran, hingga kesehatan mental dan perilaku.


Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan langsung di lingkungan sekolah oleh petugas dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Sinjai, mencakup, status gizi dan tekanan darah, pemeriksaan gigi dan mulut, penglihatan dan imunisasi, skrining anemia dan thalassemia (SMP/SMA), dan Imunisasi HPV khusus bagi siswi kelas 9.


Semua hasil akan diintegrasikan dalam platform nasional SATUSEHAT, untuk memastikan tindak lanjut sesuai kondisi anak, seperti Edukasi gizi dan PHBS, rujukan ke fasilitas kesehatan, konseling kesehatan mental


“Pemeriksaan ini adalah investasi masa depan. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi produktif. Maka edukasi dan PHBS harus ditanamkan sejak dini,” tegas dr. Emmy.


Dia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam menyukseskan program ini, mulai dari melengkapi informasi riwayat kesehatan hingga mendampingi anak saat dibutuhkan tindak lanjut.


“Keterlibatan orang tua bukan hanya mendukung program, tapi menjadi fondasi kesuksesan tumbuh kembang anak,” tambahnya. (*)

Iklan