,

Menu Utama

Pemkab Sinjai Dorong Pelatihan Vokasi Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat

, Rabu, Oktober 14, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T05:52:24Z

 

Foto / kegiatan Sinkronisasi Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai

KABARSINJAI.COM -  Penyelarasan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. 


Upaya ini dibahas melalui kegiatan Sinkronisasi Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (14/10/2026).


Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara BPVP Bantaeng dan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) se-Kabupaten Sinjai.


Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pelatihan dan dunia kerja agar keterampilan yang dimiliki tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.


Menurutnya, pelatihan vokasi perlu diarahkan pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan dan sektor industri. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.


“Keberadaan BPVP Bantaeng sebagai mitra strategis pemerintah daerah sangat penting dalam menjembatani kebutuhan industri dengan penyiapan tenaga kerja lokal yang kompeten,” ujarnya.


Andi Jefrianto menilai, penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting di tengah perkembangan digitalisasi dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Potensi sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Sinjai perlu didukung dengan pelatihan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan lapangan.


Ia berharap, kerja sama yang dibangun dapat mendorong penyesuaian kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri, peningkatan kemampuan instruktur, serta terbukanya kesempatan magang dan penempatan kerja bagi lulusan pelatihan.


Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sinjai, Muhammad Rindang, menjelaskan bahwa sinkronisasi tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.


Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperluas akses informasi lowongan kerja, mendukung penempatan alumni pelatihan, serta membuka peluang dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan.


Pelaksanaan kerja sama tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kerja Sama di Lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.


Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia industri, Pemkab Sinjai berharap program vokasi dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan mampu bersaing di pasar kerja.


Selain mempersiapkan pencari kerja memasuki dunia industri, pengembangan pelatihan vokasi juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya wirausahawan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (**)

Iklan