,

Menu Utama

Pelatihan Keterampilan di Sinjai Sasar 400 Peserta, Dorong Warga Siap Kerja dan Berwirausaha

, Selasa, Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T05:14:06Z

 

Foto / Sebanyak 400 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026

KABARSINJAI.COM – Sebanyak 400 peserta di Kabupaten Sinjai mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan usaha mandiri sesuai potensi daerah.


Pelatihan TMT Batch 4 tersebut diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinjai. Kegiatan berlangsung di Auditorium Andi Azikin, Selasa (27/10/2026).


Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, H. Muh. Ramlan Hamid, menjelaskan bahwa program ini mencakup sejumlah bidang keterampilan yang berpeluang dikembangkan menjadi sumber penghasilan masyarakat.


Pelatihan tersebut meliputi pembuatan roti dan kue sebanyak 11 paket, tata rias tujuh paket, menjahit pakaian empat paket, serta masing-masing satu paket untuk pengolahan ikan, pengolahan makanan komersial, dan barbershop.


Melalui berbagai bidang pelatihan itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.


Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa yang mewakili Bupati Sinjai menekankan bahwa keberhasilan pelatihan vokasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diperoleh. Hal terpenting adalah kemampuan peserta memanfaatkan keterampilan tersebut untuk memperoleh pekerjaan atau membangun usaha produktif.


“Target akhirnya harus jelas, bekerja atau berwirausaha,” tegasnya.


Menurut Andi Jefrianto, pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri perlu diikuti dengan pendampingan serta dukungan lanjutan agar keterampilan peserta dapat memberikan manfaat nyata secara ekonomi.


Ia menilai Sinjai memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha produktif. Dengan dukungan 45.199 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta potensi komoditas kakao, rumput laut, dan kopi, masyarakat memiliki peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah.


Sektor pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif juga dapat menjadi ruang bagi tumbuhnya usaha baru apabila didukung keterampilan dan inovasi yang sesuai kebutuhan pasar.


Karena itu, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja diminta memastikan program pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pendampingan usaha, kemitraan dengan dunia industri, serta kemudahan akses permodalan dinilai penting untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.


Andi Jefrianto juga mendorong pelibatan lembaga perbankan, termasuk Bank Sulselbar dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dalam kegiatan pelatihan berikutnya guna membuka peluang pembiayaan bagi peserta yang ingin merintis usaha.


Sementara itu, perwakilan BBPVP Makassar, Yohanes Wea, mengapresiasi dukungan Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) dalam membantu koordinasi pelaksanaan program di Kabupaten Sinjai.


Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung, baik untuk meningkatkan produktivitas kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.


Dengan pelatihan yang disertai pendampingan dan akses permodalan, program TMT diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM yang berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Sinjai. (**)

Iklan