,

Menu Utama

BPBD Sinjai Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sinjai Timur

, Rabu, Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T01:05:16Z

 

Foto / Pendistribusian air bersih kepada warga di Kecamatan Sinjai Timur


KABARSINJAI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Kaloling dan Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Selasa (27/10/2026).


Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan bersama Pemadam Kebakaran dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Sinjai sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau.


Berdasarkan laporan BPBD Sinjai, berkurangnya curah hujan selama musim kemarau menyebabkan ketersediaan air bersih menurun. Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan masyarakat dalam memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Dalam kegiatan tersebut, PDAM Sinjai turut mendukung penyediaan sumber air bersih yang kemudian didistribusikan kepada warga di wilayah terdampak.


Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD Sinjai juga melakukan koordinasi dengan sektor terkait dan pemerintah desa guna memastikan penanganan kekeringan berjalan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.


BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang mengalami kekurangan air, agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti untuk konsumsi, memasak, dan menjaga kesehatan keluarga.


Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia serta menghindari aktivitas yang berpotensi mencemari sumber air.


Mengingat kondisi kekeringan masih memerlukan perhatian, BPBD Kabupaten Sinjai menilai pendistribusian air bersih secara berkala serta dukungan armada dan operasional menjadi kebutuhan penting selama kondisi tersebut berlangsung.


BPBD Sinjai melalui Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar setiap kejadian kekurangan air dapat segera dilaporkan untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.


Laporan hasil pelaksanaan kegiatan selanjutnya disampaikan kepada BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Melalui upaya tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Kaloling dan Desa Salohe dapat terbantu selama musim kemarau berlangsung. (**)

Iklan