,

Menu Utama

Lurah Biringere Andi Mudzil Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Pemerintahan

, Minggu, September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T10:17:55Z

 

Foto / Lurah Biringere, Kabupaten Sinjai, Andi Mudzil Djalil, S.Psi., M.I.P,  (Kiri)


KABARSINJAI.COM -  Lurah Biringere, Kabupaten Sinjai, Andi Mudzil Djalil, S.Psi., M.I.P, resmi menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar.


Andi Mudzil mengikuti prosesi wisuda Universitas Pancasakti Makassar yang digelar pada Sabtu (26/09/2026) kemarin. 


Penyelesaian pendidikan magister tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sekaligus upaya memperkuat kapasitas keilmuan di bidang pemerintahan.


Direktur Program Pascasarjana Unpacti Makassar, Dr. Anirwan, S.IP., M.Adm.KP., mengapresiasi keberhasilan Andi Mudzil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan.


Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi pencapaian individual mahasiswa, tetapi juga menunjukkan terbukanya akses pendidikan pascasarjana bagi kalangan birokrasi, akademisi dan profesional dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sinjai.


“Kami berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya untuk menjawab persoalan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing,” kata Dr. Anirwan kepada media, Minggu (27/09/2026).


Bagi Andi Mudzil, wisuda kali ini menjadi momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Meski telah menempuh pendidikan di sejumlah disiplin ilmu, ia mengaku masih ingin terus belajar.


Menurutnya, kompleksitas persoalan di tengah masyarakat membutuhkan perspektif keilmuan yang luas.


“Ternyata disiplin ilmu dan gelar yang saya peroleh selama ini masih terasa kurang. Persoalan di masyarakat itu kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu kacamata disiplin ilmu,” ujarnya.


“Semakin banyak disiplin ilmu yang kita kuasai, semakin komprehensif kita memahami dan menyelesaikan masalah tersebut,” lanjutnya.


Ia menjelaskan, pilihannya menempuh Magister Ilmu Pemerintahan di Unpacti Makassar berkaitan dengan kebutuhan untuk memperdalam pemahaman akademik di bidang pemerintahan.


“Kehadiran Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan di Unpacti Makassar ini menjadi jawaban dan dorongan bagi saya untuk memperdalam keabsahan serta penguasaan keilmuan di bidang pemerintahan secara akademik,” katanya.


Apresiasi Atmosfer Akademik

Selama menjalani pendidikan, Andi Mudzil mengaku mendapatkan pengalaman positif dari lingkungan akademik Program Pascasarjana Unpacti Makassar.


Ia menilai komunikasi antara mahasiswa dan dosen berlangsung baik dalam suasana kekeluargaan.


Proses pendidikan, kata dia, tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, tetapi juga disertai pendampingan akademik.


“Dosen tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan pendampingan dengan prinsip asah, asih dan asuh,” ujarnya.


Setelah menyandang status sebagai alumni, Andi Mudzil berkomitmen ikut memperkenalkan Unpacti Makassar di lingkungan tempatnya mengabdi. 


Ia juga mendorong para profesional maupun lulusan sarjana untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan magister.


Sementara itu, Dr. Anirwan mengatakan Program Pascasarjana Unpacti Makassar terus mendorong tata kelola akademik yang berkualitas, transparan dan berorientasi pada peningkatan mutu.


Menurutnya, pengelolaan program pascasarjana tidak sebatas pemenuhan administrasi. Proses pembelajaran, pembimbingan, penelitian hingga penyelesaian studi mahasiswa harus berjalan sesuai standar akademik.


“Bagi kami, kualitas tata kelola merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Program Pascasarjana,” kata Dr. Anirwan.


“Tata kelola yang baik harus mampu menjamin proses akademik berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara keilmuan maupun profesional,” lanjutnya.


Ia menambahkan, Pascasarjana Unpacti juga terus memperkuat sistem pembelajaran, kualitas dosen, proses pembimbingan serta budaya akademik yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.


Dr. Anirwan menekankan bahwa pendidikan pascasarjana tidak seharusnya berhenti pada perolehan ijazah dan gelar.


Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat.


Bagi Andi Mudzil, gelar M.I.P yang kini disandangnya menjadi bagian dari tanggung jawab untuk terus belajar sekaligus mengimplementasikan ilmu pemerintahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.



(**)

Iklan