![]() |
| Foto / Salah satu SPBU di Kabupaten Sinjai |
KABARSINJAI.COM - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sinjai yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Pemkab Sinjai melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral (PPESDM) telah mengecek langsung kondisi di sejumlah SPBU untuk memastikan penyebab antrean yang semakin panjang.
Kepala Dinas PPESDM Sinjai, Hj. Sukmawati Syarifuddin, mengatakan pengecekan dilakukan setelah antrean kendaraan di SPBU semakin sering terjadi dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026), Sukmawati mengatakan pihaknya telah meminta kepala bidang terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan.
"Setelah melihat kondisi di lapangan, hasilnya akan kami laporkan langsung kepada Bupati. Kami juga akan membentuk satgas untuk mencari penyebab sekaligus solusi terkait antrean panjang ini," ujarnya.
Menurut Sukmawati, satgas tersebut akan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polres Sinjai, Kodim 1424 Sinjai, Kejaksaan Negeri Sinjai, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan.
Pembentukan satgas dilakukan untuk menelusuri penyebab antrean sekaligus mengawasi distribusi BBM bersubsidi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas PPESDM Sinjai, Usman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan di empat SPBU di Sinjai.
Dari hasil pengecekan, kata Usman, tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM. Pasokan dari Pertamina ke SPBU juga masih berjalan normal sesuai kuota yang telah ditetapkan.
"Jadi berdasarkan hasil peninjauan kami, tidak terjadi kelangkaan BBM. Distribusi dari Pertamina ke SPBU berjalan normal sesuai kuota," jelasnya.
Meski pasokan disebut normal, antrean panjang tetap terjadi. Usman menyebut salah satu faktor yang ditemukan di lapangan adalah meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat akibat kepanikan.
Selain itu, pihaknya juga mengindikasikan adanya praktik pelangsiran, yakni pembelian BBM dalam jumlah besar dan dilakukan berulang.
"Yang terjadi adalah kepanikan warga. Kemudian kami mengindikasikan adanya praktik pelangsiran. Kondisi ini akan kami laporkan kepada Bupati untuk selanjutnya dibentuk satgas," katanya.
Indikasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu hal yang ditelusuri oleh satgas. Pengawasan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik pembelian BBM bersubsidi secara berulang dalam jumlah besar yang ikut memperpanjang antrean di SPBU.
Di sisi lain, Pemkab Sinjai sebelumnya telah menyurati pihak Pertamina untuk meminta penambahan kuota BBM, khususnya Pertalite, di sejumlah SPBU.
Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya menambah ketersediaan BBM sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Dengan temuan bahwa pasokan dari Pertamina masih berjalan normal, Pemkab Sinjai kini akan menelusuri lebih jauh faktor yang menyebabkan antrean tetap terjadi, termasuk dugaan pelangsiran dan kepanikan masyarakat.
(**)




