![]() |
| Ilustrasi |
KABARSINJAI.COM, – Program prioritas Presiden Prabowo Subianto berupa dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN) di Bumi Panrita Kitta' julukan daerah Kabupaten Sinjai mengalami hambatan.
Dapur MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kassi Buleng berhenti beroperasi mulai hari ini.
Koordinator Wilayah SPPG Sinjai, Sapriadi, membenarkan pemberhentian tersebut. Menurutnya, operasional dihentikan karena dana bantuan pemerintah (Banper) yang menjadi penopang program MBG belum kunjung cair.
“Keterlambatan dana Banper cair,” tulis Sapriadi saat dikonfirmasi tim Kabar Sinjai, Selasa (18/8/2026).
Kendati menginformasi, Sapriadi enggan menjelaskan lebih jauh apakah terdapat masalah teknis atau administratif di balik mandeknya aliran dana.
Sementara dapur MBG lainnya di Kabupaten Sinjai masih berjalan normal seperti biasanya, misalnya Dapur MBG di Kecamatan Sinjai Timur dan Sinjai Selatan tetap mendistribusikan bantuan kepada penerima manfaat, bahkan di tengah liburnya seluruh satuan pendidikan pasca peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Tetap ada didistribusikan," singkatnya.
Pemberhentian dapur MBG ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat program tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.
Sementara informasi yang dihimpun dari Kordinator Kecamatan SPPG Sinjai Borong, Yusril juga membeberkan bahwa selain SPPG Kassi Buleng, satu Dapur MBG di Sinjai Borong juga ikut berhenti beroperasi, yaitu SPPG Biji Nangka.
“Di Borong berhenti dua-duanya, Biji Nangka juga, tapi kalau di Kassi Buleng itu karena banper,” jelasnya.
Hanya saja Yusril tidak menjelaskan secara detail, mengapa sampai dapur Biji Nangka sampai berhenti beroperasi.(*)





