,

Menu Utama

Sinjai Tuntaskan Administrasi Hibah Lahan Sekolah Rakyat, Pertama di Sulsel

, Kamis, Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T08:34:10Z

 

Foto / / audiensi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dan Tim Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Ruang Rapat Sekda


KABARSINJAI.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menuntaskan tahapan administrasi hibah lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Itara.


Penyelesaian administrasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dan Tim Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Ruang Rapat Sekda, Kamis (23/7/2026).


Pertemuan itu juga membahas inventarisasi barang yang digunakan Sekolah Rakyat Rintisan di SMP Negeri 19 Sinjai serta proses pengalihan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Kementerian Sosial sebelum dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai.


"Setelah proses pengalihan selesai, Kemensos akan menghibahkan barang-barang tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai. Beberapa di antaranya berupa lemari, tempat tidur, dan meja belajar," jelas Andi Jefrianto.


Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai bagian dari proses penyerahan lahan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pemkab Sinjai juga menyerahkan sertifikat lahan kepada Kementerian Sosial untuk melengkapi proses hibah.


Andi Jefrianto mengatakan Sinjai menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Selatan yang merampungkan seluruh administrasi hibah lahan kepada Kemensos untuk pembangunan Sekolah Rakyat.


"Alhamdulillah, Sinjai menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan yang menyelesaikan seluruh administrasi terkait hibah lahan untuk Sekolah Rakyat. Ini merupakan progres yang sangat baik dalam mendukung percepatan program nasional," ujarnya.


Menurutnya, penyelesaian administrasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan.


Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen dapat segera dimulai sehingga lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, dapat mengakses pendidikan yang layak.


"Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan agar mereka memperoleh akses pendidikan yang layak. Saat ini program tersebut telah berjalan dengan baik dan telah menampung lebih dari 305 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA," tutupnya.

(**)

Iklan