![]() |
| Foto / para peserta Pelatihan Penjamah Makanan bagi Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Hotel Grand Rofina Sinjai. |
KABARSINJAI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (DPC APJI) Kabupaten Sinjai menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Hotel Grand Rofina Sinjai, Jumat (31/7/2026).
Pelatihan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas relawan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan standar keamanan pangan yang baik.
Peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sinjai dibekali materi mengenai higiene dan sanitasi, keamanan pangan, gizi, hingga praktik penjamah makanan.
Pembekalan disampaikan oleh Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sinjai, pengurus DPC APJI Sinjai, serta narasumber yang berkompeten di bidang kesehatan lingkungan, keamanan pangan, dan gizi.
Ketua panitia, Andi Irmawati Yusuf mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam menerapkan prinsip higiene, sanitasi, dan keamanan pangan agar makanan yang diolah memenuhi standar keamanan pangan, bergizi, sehat, dan layak dikonsumsi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
"Melalui pelatihan ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai higiene dan sanitasi makanan, teknik pengolahan, penyimpanan, serta penyajian makanan yang aman, sekaligus membangun kedisiplinan dalam penerapan standar keamanan pangan di lingkungan SPPG," ujarnya.
Sementara itu, Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa dalam arahannya menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menyukseskan Program MBG.
"Relawan SPPG memiliki peran strategis dalam memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. Karena itu, manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya saat membuka pelatihan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga pada proses pengolahan yang aman, higienis, sehat, dan sesuai standar keamanan pangan.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinkes dan DPC APJI Sinjai dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
"Sinergi itu perlu terus diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan agar kualitas pelayanan pemenuhan gizi di Kabupaten Sinjai semakin meningkat serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045," Jelasnya.


