,

Menu Utama

PPK Ormawa UKM KPI Unhas Latih Petani Bone Olah Limbah Jadi Pupuk dan Pakan

Stmniar
, Rabu, Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T02:31:19Z


KABARSINJA.COM, – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan program Pabbura Mannennungeng di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Selasa (7/7/2026) Kemarin.


Pada kegiatan ini, petani dan peternak tidak hanya mendengar teori namun langsung melakukan praktik pengolahan limbah pertanian dan peternakan dipandu Penyuluh Pertanian Ahli Madya Kementerian Pertanian RI, Abrahan.


Para peserta belajar membuat pupuk organik bokashi dari kotoran ternak menggunakan Tumbling Composter, serta meracik pakan fermentasi silase dari limbah jerami. Seluruh proses dilakukan secara bertahap, mulai dari pencampuran bahan, fermentasi, hingga pengecekan kualitas hasil olahan.


Abrahan yang juga Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian dan Instruktur Ternak Organik, menekankan bahwa praktik langsung adalah kunci keberhasilan adopsi teknologi. 


"Teori penting, tetapi tanpa praktik, ilmu hanya akan menjadi hafalan. Saya sengaja membawa peserta untuk menyentuh, mencampur, dan merasakan sendiri prosesnya. Dengan begitu, mereka percaya diri untuk menerapkannya di kandang dan lahan masing-masing," ujarnya di sela-sela sesi praktik.


Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Fadel Muhammad , menyatakan bahwa sesi praktik merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta. 


"Kami sengaja merancang pelatihan ini dengan porsi praktik yang besar. Petani dan peternak tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan. Ini yang membuat mereka antusias," ujarnya.


Salah satu peserta sekaligus ketua P4S Lamellong, Burhanuddin mengaku senang karena bisa langsung mencoba dan tidak hanya mendengar teori.


"Selama ini kami hanya dengar-dengar tentang pupuk organik dan silase. Sekarang kami pegang langsung bahannya, campur sendiri, dan lihat hasilnya. Ini sangat membuka mata kami," katanya.


Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program Mannennungeng yang bertujuan menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah secara optimal. Ke depan, diharapkan kelompok sasaran dapat memproduksi pupuk dan pakan secara mandiri, serta memiliki keberanian untuk mengembangkan usaha berbasis pengolahan limbah di desa mereka.(*)

Iklan