,

Menu Utama

Camat Sinjai Tengah: Pembentukan Tim RKPDes di 10 Desa Rampung Sesuai Jadwa

, Kamis, Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T09:08:00Z

 

Foto/ Camat Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa

KABARSINJAI.COM - Seluruh desa di Kecamatan Sinjai Tengah berhasil menuntaskan pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) sebagai tahapan awal penyusunan program pembangunan desa untuk tahun anggaran mendatang.


Rampungnya pembentukan tim di seluruh desa tersebut menjadi indikator kesiapan pemerintah desa dalam memasuki proses penyusunan RKPDes yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa.


Camat Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa, mengapresiasi seluruh pemerintah desa yang telah menyelesaikan tahapan tersebut sesuai jadwal. Menurutnya, keberhasilan seluruh desa menyelesaikan pembentukan Tim RKPDes tepat waktu menunjukkan komitmen dalam menjalankan proses perencanaan pembangunan sesuai ketentuan.


"Alhamdulillah, pembentukan Tim RKPDes di 10 desa di Kecamatan Sinjai Tengah telah rampung sesuai jadwal. Saya mengapresiasi seluruh kepala desa beserta jajarannya atas komitmen dan kedisiplinannya dalam menyelesaikan tahapan ini tepat waktu. Hal ini menjadi modal penting agar proses penyusunan RKPDes dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas," ujarnya kepada media, Kamis (2/7/2026).


Ia menjelaskan, penyusunan RKPDes tahun ini menunjukkan adanya perubahan fokus pembangunan di beberapa desa. Jika pada tahun-tahun sebelumnya anggaran lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, kini sebagian desa mulai mengarahkan programnya pada upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).


"Kami melihat ada desa yang tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur karena kebutuhannya dinilai telah memadai. Sebagai gantinya, anggaran diarahkan pada penguatan PADes melalui pengembangan potensi desa. Ini merupakan langkah yang baik untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian desa ke depan," katanya.


Menurut Andi Syahrul, perubahan arah kebijakan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mulai difokuskan pada penguatan ekonomi desa agar mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.


Ia berharap seluruh pemerintah desa dapat menyusun RKPDes secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan menyesuaikan program pembangunan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan sehingga hasil pembangunan dapat lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


(**(

Iklan