KABARSINJAI.COM, - Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan dan demonstrasi produksi pakan fungsional berbasis fitobiotik untuk ayam buras sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian peternak di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang dikolaborasikan bersama Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) serta Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) Fakultas Peternakan LPPM Unhas ini berlangsung hingga Minggu, 5 Juli Kemarin.
Pelaksana menghadirkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika (Puslitbang Sentro) Unhas, Jasmal A. Syamsu, Ichlasul Amal dari Fakultas Peternakan Unhas dan Sri Purwanti sebagai narasumber.
Pada kegiatan tersebut, peternak dan kelompok sasaran mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan fitobiotik sebagai bahan aditif pakan alami yang berasal dari tanaman herbal.
Sri Purwanti dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya Fitobiotik bagi para peternak.
"Fitobiotik adalah solusi alami yang dapat meningkatkan kesehatan ayam sekaligus menekan biaya pakan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, saya yakin peternak di Bone mampu menghasilkan produk unggulan yang sehat dan bernilai jual tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Jasmal A. Syamsul menekankan pentingnya pendekatan sirkular dalam usaha peternakan, ia juga mengapresiasi Tim Mannennungeng atas progam yang dilaksanakan dan berharap dapat menjadi contoh di daerah lain.
"Saya mengapresiasi inisiasi teman-teman dari Tim Mannennungeng yang telah menjalankan konsep sirkular farming dengan baik, yaitu dari petani ke peternak dan dari peternak kembali ke petani. Limbah pertanian dapat diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat dikembalikan ke lahan sebagai pupuk organik. Ini adalah siklus yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini harus terus didorong dan menjadi contoh bagi daerah lain," tuturnya
Bukan hanya itu, Pemilik PT Sitinrola Organik Indonesia, Hasbi Ashshiddiqy yang turut hadir turut memberikan wawasan mengenai peluang pasar produk peternakan berbasis organik dan pentingnya kemitraan usaha dalam memperluas akses pemasaran bagi peternak skala kecil dan menengah, bahkan menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra pemasaran.
"Kami melihat potensi besar dari kelompok sasaran di Desa Kajaolaliddong. PT Sitinrola Organik Indonesia siap mendampingi dan menjadi mitra pemasaran bagi produk peternakan sehat yang dihasilkan. Kami percaya kolaborasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.(*)



