,

Menu Utama

Bapenda Sinjai Evaluasi Pengelolaan PAD Semester I 2026, Realisasi Capai 51,74 Persen

, Rabu, Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T08:54:29Z

 

Foto /Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif pimpin Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I Tahun 2026 di Command Center 


KABRSINJAI.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sinjai menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I Tahun 2026 di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (8/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pengelola PAD.


Kepala Bapenda Sinjai, Andi Adeha Syamsuri, memaparkan bahwa realisasi PAD Kabupaten Sinjai hingga Semester I Tahun 2026 mencapai Rp60,28 miliar atau 51,74 persen dari target sebesar Rp116,50 miliar.

Capaian tersebut ditopang realisasi retribusi daerah sebesar Rp38,92 miliar atau 52,48 persen dari target Rp74,15 miliar. Sementara pajak daerah terealisasi Rp13,13 miliar atau 40,68 persen dari target Rp32,28 miliar.


Selain itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan telah melampaui target dengan capaian 106,20 persen, sedangkan lain-lain PAD yang sah mencapai 51,51 persen dari target.


Dalam pemaparannya, Bapenda juga menyampaikan capaian masing-masing OPD pengelola PAD. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menjadi perangkat daerah dengan realisasi tertinggi sebesar 81,72 persen, disusul Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mencapai 80,93 persen. Sejumlah OPD lainnya didorong untuk meningkatkan kinerja agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai.


Bupati Sinjai, Ratnawati Arif menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat dioptimalkan. Ia juga meminta evaluasi dilakukan secara berkala terhadap berbagai kendala di lapangan serta memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.


"Alhamdulillah kita sudah di angka 51,74. Itu artinya kita lanjutkan kembali dengan kebijakan-kebijakan lain yang lebih strategis," ungkapnya.


Melalui forum tersebut, Bapenda turut memaparkan sejumlah strategi peningkatan PAD, mulai dari sosialisasi pentingnya membayar pajak, optimalisasi pembayaran non-tunai, intensifikasi dan ekstensifikasi objek pajak, pembaruan basis data wajib pajak, percepatan penagihan, pendampingan kepada OPD dengan realisasi rendah, pemantauan capaian PAD setiap bulan, hingga evaluasi berkala sebagai bahan penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD Pokok 2027.


Bapenda juga akan mengoptimalkan pengawasan melalui penerapan aplikasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemungutan pajak dan retribusi daerah. Melalui evaluasi ini diharapkan realisasi PAD Kabupaten Sinjai pada semester berikutnya terus meningkat dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.



(**)


Iklan