![]() |
| Foto/ Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) BEM PTMAI Zona VII di Auditorium H. Amir Said, |
KABARSINJAI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mendorong mahasiswa di Kawasan Timur Indonesia (KTI) agar lebih aktif menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan daerah, mulai dari pendidikan, transformasi digital, hingga kualitas sumber daya manusia.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMAI) Zona VII yang berlangsung di Auditorium H. Amir Said, Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Senin (18/05/2026).
Forum yang diikuti delegasi mahasiswa dari Sulawesi, Papua, Maluku, dan Maluku Utara itu mengangkat tema “Transformasi dan Konsolidasi BEM PTMAI Se-Indonesia Timur dalam Menghadapi Tantangan Perguruan Tinggi”.
Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal perubahan, terutama di tengah tantangan kawasan timur yang masih dihadapkan pada persoalan infrastruktur digital, kesenjangan pendidikan, dan pemerataan pembangunan.
Menurutnya, transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang harus direspons oleh generasi muda, termasuk organisasi kemahasiswaan.
“Mahasiswa harus mampu menyesuaikan cara berpikir dan cara bergerak dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan partisipasi kalangan akademisi dan mahasiswa agar kebijakan publik lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta Rakorwil didorong tidak hanya menghadirkan kritik, tetapi juga melahirkan rekomendasi dan program nyata yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Sementara itu, panitia pelaksana menyebut Rakorwil BEM PTMAI Zona VII menjadi ruang konsolidasi mahasiswa Indonesia Timur untuk memperkuat jaringan antar kampus sekaligus merumuskan sikap bersama terhadap isu-isu kemahasiswaan dan kebangsaan.
Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Mei 2026 itu turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pendidikan, pimpinan BEM PTMAI, serta sejumlah tokoh akademisi.
(**)







