,

Menu Utama

Gau Puka Renreng Digelar, Sekda Sinjai Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

, Kamis, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T00:59:23Z

 

Foto/ Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa saat membuka festival budaya Gau Puka Renreng di pesisir pantai Desa Mallenreng, Kecamatan Sinjai Timur

KABARSINJAI.COM - Pantai Mallenreng di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, berubah menjadi ruang pertemuan budaya saat Festival Gau Puka Renreng resmi digelar, Rabu (29/04/2026) malam. Suasana pesisir yang biasanya tenang mendadak ramai oleh warga yang datang menyaksikan pembukaan festival.


Pembukaan ditandai dengan tabuhan gendang oleh Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang hadir mewakili Bupati Sinjai.


Festival ini lahir dari kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Sinjai, dan Yayasan Lil Todilaling. Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu antara tradisi, edukasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Ketua PKBM Todilaling, Hj. Ernawati Madi, menekankan bahwa Gau Puka Renreng bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga upaya menjaga agar tradisi tetap hidup di tengah generasi muda.


Menurutnya, ruang belajar tidak harus selalu berada di dalam kelas. Festival seperti ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah, seni, hingga filosofi lokal secara lebih dekat. Di sisi lain, keterlibatan pelaku UMKM dan pengrajin turut memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.


“Ini bukan hanya panggung budaya, tapi juga ruang belajar dan ruang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa. Ia menilai kekuatan budaya daerah hanya bisa bertahan jika dijaga bersama, bukan bergantung pada pemerintah semata.


Ia juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Sinjai dalam sektor budaya. Beragam kearifan lokal, kata dia, dapat dikembangkan menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas daerah sekaligus menarik perhatian lebih luas.


“Melalui Gau Puka Renreng ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga serta melestarikan budaya sebagai identitas dan kekayaan bangsa,” tambahnya.


Pembukaan festival semakin semarak dengan penampilan Tarian Kolosal Gau Puka Renreng yang menggambarkan tradisi masyarakat pesisir dalam menangkap ikan secara berkelompok sebuah warisan yang sarat nilai kebersamaan.


Festival Gau Puka Renreng dijadwalkan berlangsung hingga 2 Mei 2026. Sejumlah agenda akan digelar, mulai dari tradisi Maddui Puka di Pantai Mallenreng hingga pertunjukan seni budaya di Lapangan Nasional Sinjai. (**)


Iklan