,

Menu Utama

Dari Insentif hingga Infrastruktur, Ini Fokus Pemkab Sinjai di 2026

, Senin, Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T15:20:08Z

 

Foto/ Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa

KABARSINJAI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai memanfaatkan momentum Safari Ramadan untuk menyampaikan langsung arah kebijakan dan program pembangunan kepada masyarakat. 


Hal ini disampaikan Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, saat memimpin Safari Ramadan di Masjid Miftahul Khair, Dusun Sompong, Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatann, Senin (23/2/2026) malam.


Di hadapan jamaah tarawih dan warga setempat, Sekda sampaikan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pada tahun anggaran 2026, mencakup bidang keagamaan, pelayanan dasar, hingga pembangunan infrastruktur.


“Pemerintah daerah terus berkomitmen untuk hadir dan bekerja keras mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Berbagai program fisik dan nonfisik terus kita upayakan, termasuk di Kecamatan Sinjai Tengah,” ujarnya.


Salah satu program yang tetap berlanjut adalah pemberian insentif bagi petugas keagamaan. Menurutnya, program ini menjadi bentuk perhatian sekaligus apresiasi pemerintah terhadap peran strategis para tokoh dan pelayan keagamaan di tengah masyarakat.


“Alhamdulillah, program insentif bagi petugas keagamaan tetap berjalan seperti tahun sebelumnya. Pada tahun anggaran 2026 ini, sebanyak 3.254 orang di seluruh Kabupaten Sinjai akan menerima insentif dengan total anggaran Rp5.862.000.000 selama 12 bulan, termasuk penerima manfaat dari Kecamatan Sinjai Tengah,” jelasnya.


Selain sektor keagamaan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program pembangunan infrastruktur yang akan difokuskan di wilayah Sinjai Tengah, di antaranya pembangunan ruas jalan Tangkulu–Bonto sepanjang kurang lebih dua kilometer.


Tak hanya itu, peningkatan pelayanan air bersih juga menjadi perhatian melalui pembangunan jaringan baru Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Baru serta perluasan SPAM di Desa Gantarang.

Sekda menegaskan, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan saran yang konstruktif.


“Kami sadar, pembangunan tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat kami harapkan agar roda pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.


Safari Ramadan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah dalam suasana penuh kebersamaan. (**)


Iklan