![]() |
| Foto/ Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, A. Ariany Djalil menghadiri peluncuran Panrita Literasi Institute dan Perempuan Panrita di Gedung Perpustakaan Sinjai |
KABARSINJAI.COM - Upaya membangun budaya literasi di Kabupaten Sinjai kembali mendapat dorongan baru. Pemerintah daerah memperkenalkan atau meluncurkan Panrita Literasi Institute dan Perempuan Panrita sebagai wadah bagi masyarakat untuk belajar, menulis, dan memperluas akses baca.
Kehadiran dua wadah literasi ini menjadi bagian dari Gerakan Sinjai Menulis serta Program 100 Pojok Baca yang selama ini digagas untuk meningkatkan kemampuan baca-tulis masyarakat.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai, A. Ariany Djalil, yang mewakili Bupati Sinjai, menyebut langkah ini sebagai strategi penting mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar mengonsumsi informasi menjadi pencipta pengetahuan.
“Menulis bukan hanya soal menuangkan kata, tetapi proses membangun daya pikir kritis. Inilah yang ingin kita dorong di Sinjai,” ujar Ariany saat menyampaikan pesan Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan aktivitas menulis sejak usia dini karena turut mendukung perkembangan motorik dan kemampuan memahami informasi.
Sementara itu, ketua panitia, Ilyas, menegaskan bahwa inisiatif ini hadir dari kepedulian masyarakat sipil untuk menghadirkan ruang kolaborasi literasi yang lebih terbuka.
“Kami ingin program ini menjadi rumah bagi ide, pengalaman, dan kearifan lokal yang selama ini belum terdokumentasi,” jelasnya.
Peluncuran ini juga menjadi momentum memperluas jaringan gerakan literasi. Sejumlah sekolah dasar menandatangani MoU Kelas Menulis Petualangan, disusul kerja sama antara Panrita Literasi Institute dan DPD BKPRMI Sinjai untuk pengembangan program bersama.
Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala Seksi Intelijen Kejari Sinjai Jadhi Wijaya, Kepala Kantor Kemenag Sinjai, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, Ketua TP-PKK Sinjai Rozalina A. Mahyanto, Pihak Akademisi, Pegiat literasi, dan beberapa pihak terkait lainnya. (**)










