Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Pemkab Sinjai Ajak Desa-Kelurahan Bergerak Bersama Lindungi Perempuan dan Anak

, Jumat, November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-11-28T04:52:16Z

 

Foto/ Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif  menghadiri kegiatan yang digelar oleh DP3AP2KB di Gedung Command Center Sinjai   


KABARSINJAI.COM - Upaya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta anak di Kabupaten Sinjai kembali diperkuat. 


Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB),  pemerintah Daerah mengajak desa dan kelurahan untuk duduk bersama, berbagi pengalaman, dan mencari cara terbaik menghadirkan layanan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warganya.


Pertemuan yang berlangsung di Command Center Sinjai pada Jumat (28/11/2025) ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi ruang dialog. Para kepala desa, lurah, camat, dan pendamping duduk bersama membahas bagaimana perempuan dan anak bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik di lingkungannya.


Kepala DP3AP2KB Sinjai, Drs. Janwar, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari ikhtiar agar perempuan dan anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam pembangunan.

“Kita ingin desa dan kelurahan jadi tempat yang benar-benar aman. Tempat di mana hak-hak perempuan dan anak dihargai, didengarkan, dan dipenuhi,” ucapnya.


Sementara itu, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif yang hadir menemani para peserta, menyampaikan pesan yang sangat mengena. Ia menegaskan bahwa DRPPA dan RBI adalah gerakan dari hati—gerakan untuk melindungi mereka yang paling rentan.


“Kalau lingkungan kita aman bagi perempuan dan anak, maka kita sedang membangun masa depan yang lebih baik. Ini bukan hanya soal angka kekerasan atau data, tapi soal kehidupan sehari-hari warga kita,” ujarnya.


Bupati juga mendorong desa dan kelurahan untuk memanfaatkan potensi wilayah masing-masing, baik sumber daya manusia maupun alam, untuk menghadirkan inovasi yang berpihak pada perempuan dan anak. Ia berharap kegiatan pendampingan seperti ini terus dilakukan agar perubahan yang dicita-citakan bisa benar-benar terasa sampai ke masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Fasilitator DRPPA Sulsel Martina Majid berbagi pengalaman dan memberikan contoh nyata bagaimana konsep desa ramah perempuan dan peduli anak bisa diterapkan secara sederhana namun berdampak.


Para camat, lurah, dan kepala desa tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, saling bertukar cerita mengenai tantangan yang mereka temui di lapangan.

Iklan