Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Polres Sinjai Sebut Siswa Pemukul Guru SMAN 1 Belum Diperiksa, Ini Alasannya!

Andika Arya
, Rabu, September 17, 2025 WIB Last Updated 2025-09-17T02:38:22Z

Polres Sinjai. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Kepolisian Resor (Polres) Sinjai melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah menangani kasus dugaan pemukulan terhadap seorang guru di SMAN 1 Sinjai. Peristiwa tersebut telah memicu perhatian publik, mengingat pelaku diketahui masih berusia di bawah umur.


Kanit PPA Polres Sinjai, IPDA A. Aliyas, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (17/9/2025), membenarkan bahwa kasus tersebut telah masuk dalam penanganan pihak kepolisian.


“Sudah kami tangani di PPA Polres Sinjai,” ujar IPDA Aliyas singkat.


Menurut keterangan yang disampaikan, korban telah menjalani pemeriksaan awal guna mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung. Sementara itu, pemeriksaan terhadap terduga pelaku belum dapat dilakukan karena harus melalui prosedur khusus, termasuk pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).


“Usia pelaku masih di bawah umur, sehingga proses pemeriksaan harus didampingi oleh pihak DP3AP2KB,” jelas IPDA Aliyas.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, khususnya dalam perlindungan terhadap anak di bawah umur baik sebagai korban maupun pelaku.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Sinjai, IPDA. Agus Santoso, menegaskan bahwa orang tua pelaku yang disebut sebagai oknum anggota Polres Sinjai telah menjalani pemeriksaan internal.


“Untuk orang tua pelaku sementara diambil keterangan oleh Propam,” ujarnya.


Sebelumnya Seorang guru bernama Mauluddin, tak berdaya setelah menjadi korban pemukulan oleh salah satu siswanya di ruang Bimbingan Konseling (BK), Selasa (16/9/2025).


Mauludin merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sinjai.


Ironisnya, aksi kekerasan tersebut disaksikan langsung oleh orang tua siswa, namun tidak ada upaya untuk mencegahnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Mauluddin menyita tas milik siswa karena yang bersangkutan tidak hadir di kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Tas tersebut kemudian diamankan di ruang BK.


“Tasnya ada di kelas, tapi siswa tidak masuk. Pak Mauluddin mengambil tas itu dan menyimpannya di ruang BK,” jelas salah satu guru. (*) 

Iklan