Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Dinkes Sinjai Gelar Sosialisasi EHRA, Menuju Sanitasi Berkeadilan dan Sehat untuk Semua

Andika Arya
, Kamis, Juli 31, 2025 WIB Last Updated 2025-08-07T05:58:32Z

Pembukaan pelatihan dan sosialisasi Studi EHRA. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan dan sosialisasi studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) di Ruang Pertemuan Bappeda, Kamis (31/7/2025).


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah, A. Jefrianto Asapa, dan menjadi titik awal transformasi kebijakan sanitasi berbasis data dengan melibatkan berbagai pihak kunci, mulai dari Kepala Bappeda, Kadinkes, Kepala Disperkimtan, Kepala DLHK, hingga para fasilitator dan peserta dari seluruh puskesmas dan pustu. 


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, menekankan bahwa EHRA bukan sekadar studi, melainkan pondasi utama menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


“EHRA membantu kita memahami tantangan sanitasi masyarakat secara konkret. Dengan data dan pendekatan partisipatif, pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” jelas dr. Emmy.


Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa, menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran tim pelaksana dalam mengidentifikasi risiko kesehatan lingkungan. 


Data yang dikumpulkan nantinya diharapkan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan sanitasi yang inklusif dan selaras dengan RTRW, RPJMD, RAD AMPL, serta dokumen strategis lainnya.


"Jika pengumpulan data EHRA berjalan valid, itu akan menjadi bukti nyata dukungan terhadap pembangunan yang berpihak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.


Dalam paparannya, Sekda Andi Jefrianto juga mengungkap kondisi beberapa wilayah Sinjai yang masih tertinggal dalam akses air bersih dan sanitasi. Wilayah kepulauan dan pedalaman menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan EHRA.


“Saya berharap pengumpulan data EHRA disertai dengan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.


Pelatihan EHRA berlangsung selama dua hari, dari 31 Juli hingga 1 Agustus 2025, dan melibatkan 96 peserta yang terdiri dari penanggung jawab kesehatan lingkungan di setiap Puskesmas serta seluruh Kepala Pustu. 


Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menata ulang arah kebijakan sanitasi Sinjai menuju masa depan yang lebih sehat dan manusiawi. (*)

Iklan