,

Menu Utama

Turut Terkena Imbas, Mahasiswa Kritisi Menteri Perhubungan, BKS

, Minggu, Juni 02, 2019 WIB Last Updated 2025-03-17T05:54:29Z

IBC, JAKARTA – Akibat tidak stabilnya harga tiket pesawat yang tinggi, publik banyak mempertanyakan permasalahan apa sebenarnya yang terjadi dalam maskapai penerbangan di tanah air?

Akibatnya bermunculan pendapat dari bermacam kalangan seperti Pengusaha Travel Agent, Pengguna jasa penerbangan dalam negeri dan relawan-Jokowk yang turut mengkritisi Kementerian Perhubungan.

Namun demikian tidak hanya hadir dari pengusaha, masyarakat umum dan relawan melainkan menimbulkan juga reaksi keras dari aktivis gerakan mahasiswa yang turut terkena imbasnya dengan harga tiket yang tidak bisa dikendalikan tersebut.

Setidaknya ada beberapa point penting yang menjadi sorotan Sekretaris Jenderal Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Muhammad Asrul saat memberikan keterangannya, melalui pesan Whatsappnya di Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Menurut Asrul, yang pertama akibat semakin massifnya liberalisaai dalam sektor jasa, negara lemah mengontrol harga dan menekan perusahaan maskapai penerbangan dalam menentukan kenaikan harga.

“Negara dalam hal ini pemerintah khususnya Kemenhub lemah dalam mengontrol harga dan menekan perusahaan maskapai penerbangan dlm menentukan kenaikan harga,” ujar Asrul yang juga sebagai Warga Sulawesi Tenggara ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Mendekati momentum Idul Fitri dan banyaknya masyarakat mudik seharusnya Kementerian Perhubungan menstabilkan harga tiket sehingga bisa diakses semua lapisan masyarakat khususnya kelas menengah dan menengah ke bawah, “yang hari ini sulit mengakses harga tiket pesawat di tengah-tengah situasi ekonomi mereka yang susah,” tegas Asrul.

“Jika persoalan harga tiket pesawat tidak sanggup diselesaikan secepatnya maka selayaknya presiden segera memberhentikan Menteri Perhubungan yang gagal mengimplementasikan Trisakti dan Nawacita dalam sektor perhubungan,” sambung dia.

Demkian juga dikatakan Asrul, bahwa untuk jangka panjang pemerintah harus fokus memikirkan perkembangan industri dirgantara Indonesia agar semua dapat menikmati masyarakat yang tanpa kelas untuk menikmati fasilitas publik.

Penulis : FA

Editor : DR
Berita ini telah tayang di Situs Berita INDONESIA BERITA

Iklan