,

Menu Utama

Fokus ke Anak Kurang Mampu, BGN Siapkan Tim Validasi Penerima MBG

, Kamis, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T02:22:00Z

 



KABARAINJAI.COM -Menindaklanjuti arah Presiden Prabowo Subianto agar program MBG berfokus pada anak kurang gizi dan kalangan kurang mampu, Badan Gizi Nasional sedang menyiapkan tim. Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, tim ini akan ditugaskan untuk memilah penerima manfaat program MBG.


Nanik menjelaskan, tujuan pembentukan ini tak lain sebagai pengejawantahan keinginan Prabowo agar MBG bisa terdistribusi tepat sasaran. “Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” katanya Rabu (15/4/2026).


Nama tim tersebut adalah Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Dia menjelaskan, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program MBG kedepan.


Koordinasi awal juga akan dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Koordinasi tersebut berupa pertukaran data penerima manfaat dari kedua kementerian tersebut.


Nantinya, Tim yang dibentuk BGN akan tetap memvalidasi data dengan terjun langsung ke lapangan. Nanik menekankan, BGN ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar program ini berjalan optimal.


"Iya nantinya data dari kita," ujar Nanik singkat. Keinginan Prabowo Adapun permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu juga disampaikan Nanik melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).


“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.


Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.


“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik. 


BGN menyiapkan tim untuk memilah penerima. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi lebih tepat dan efisien.


Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program. 


“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya. (**)


Iklan