KABARSINJAI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan signifikan sepanjang awal 2026. Meski demikian, Kemenkes tetap m⁷eningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis.
Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebut kasus campak mencapai puncaknya pada minggu pertama 2026 dengan 2.220 kasus. Angka tersebut kemudian turun tajam menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.
“Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100 persen, diikuti Kabupaten Bima 80,8 persen dan Kota Palembang 60,9 persen,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
Kemenkes memulai pemberian imunisasi Measles-Rubella bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan sekaligus memutus rantai penularan campak di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Program imunisasi tersebut menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, vaksinasi juga diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani program internship di seluruh Indonesia,” ujar Andi menjelaskan.
Ia menambahkan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai pada 10 April 2026 di rumah sakit tempat mereka bekerja. Setiap tenaga kesehatan akan menerima vaksin dengan dosis 0,5 mililiter yang diberikan melalui injeksi subkutan.
“Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan. Sekaligus untuk membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” kata Andi menutup.
Sementara, Kepala Biro Kesehatan Aji Muhawarman menyebut pasien mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas yang semakin memburuk. “Pasien diduga mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Aji Muhawarman saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Maret 2026.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, Aji menyebut kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dirawat di RSUD Cimacan pada 26 Maret 2026. Ia mengatakan tim medis disebut telah memberikan penanganan sesuai standar yang berlaku.
(**)








