Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

Remaja di Sinjai Terbelenggu Rantai, Ayah Kandung Diamankan Polisi

Azifa
, Kamis, Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T06:23:27Z

Evakuasi remaja di Kecamatan Sinjai Utara. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Aksi mengejutkan terjadi di Jalan DR. Samratulangi, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Rabu (28/1/2026). Seorang remaja RAW (15) tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kaki terbelenggu rantai besi dan gembok oleh ayah kandungnya sendiri berinisial WH (45).


Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga hingga memicu gerak cepat aparat Polres Sinjai yang langsung turun tangan menyelamatkan korban.  


Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 10.00 WITA setelah pihak kepolisian menerima informasi mengenai adanya anak di bawah umur yang disekap menggunakan rantai. 


Tanpa perlawanan, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku dan segera mengevakuasi korban untuk mendapatkan perlindungan.


Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa Rantai besi yang digunakan untuk mengikat korban, dan 2 (dua) buah gembok beserta kuncinya.


Motif di Balik Perantaian, Berdasarkan keterangan awal dari Kasi Humas Polres Sinjai, IPDA Agus Santoso, tindakan ekstrem yang dilakukan sang ayah diduga dipicu oleh perilaku korban yang dianggap sulit dikendalikan.


“Korban dilaporkan sering melakukan kekerasan terhadap saudara perempuannya dan kerap meninggalkan rumah tanpa pamit (minggat). Hal ini diduga membuat orang tuanya mengambil langkah tersebut,” ungkap IPDA Agus Santoso, saat dikonfirmasi awak media.


Meski alasan orang tua adalah untuk membina atau memberi efek jera, tindakan pengikatan dengan rantai tetap masuk dalam kategori dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur dan/atau KDRT sesuai dengan LP / B / 31 / I / 2026 / SPKT / POLRES SINJAI.


Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Sat Reskrim Polres Sinjai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Unit PPA juga tengah memberikan pendampingan kepada korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. (*)

Iklan