Iklan

Iklan

,

Menu Utama

Iklan

KPP Pratama Kendari Gandeng Balai Karantina, Targetkan Penerimaan Negara Lebih Presisi

Andika Arya
, Jumat, November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-11-28T05:48:25Z


KABARSINJAI.COM, – Upaya memperkuat sinergi antar lembaga dalam meningkatkan penerimaan negara di Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan hasil positif. KPP Pratama Kendari bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara menggelar audiensi dan koordinasi strategis terkait optimalisasi data lalu lintas komoditas perikanan, pertanian, dan peternakan, Kamis (27/11/2025).


Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala KPP Pratama Kendari Calvin Octo Pangaribuan, Kepala Seksi Penjamin Kualitas Data KPP Pratama Kendari Dafid Firmansyah Effendi, serta Kepala Balai Karantina Sulawesi Tenggara, drh. A. Azhar.


Pertemuan tersebut menegaskan bahwa data pergerakan komoditas berperan penting sebagai fondasi kebijakan perpajakan yang akurat. Sinergi kedua instansi diharapkan mampu menghasilkan pemetaan potensi penerimaan yang lebih presisi, sekaligus mendukung strategi fiskal tahun 2025. Tren pertumbuhan lalu lintas komoditas selama dua tahun terakhir menjadi dasar yang memperkuat estimasi dan proyeksi potensi penerimaan negara.


Pada sektor perikanan, data menunjukkan peningkatan stabil. Pada 2023, volume tercatat 7.850 ton senilai Rp1,92 triliun, dan meningkat menjadi 8.430 ton dengan nilai Rp2,05 triliun pada 2024 atau tumbuh 6,7 persen. Dengan mengikuti pola pertumbuhan tersebut, potensi 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 9.250 ton dengan estimasi nilai Rp2,28 triliun. 


Komoditas unggulan seperti udang vaname, tuna, gurita, dan cumi-cumi tetap menjadi pendorong utama tren positif ini.


Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume komoditas seperti jagung, kakao, kelapa, lada, dan hortikultura mencapai 5.420 ton pada 2023 dengan nilai Rp743 miliar, dan meningkat menjadi 5.980 ton bernilai Rp812 miliar pada 2024 atau tumbuh 9,2 persen. Berdasarkan kecenderungan tersebut, potensi 2025 diperkirakan mencapai 6.500 ton dengan nilai sekitar Rp895 miliar.


Untuk sektor peternakan, volume 2023 sebesar 3.110 ton bernilai Rp427 miliar, kemudian naik menjadi 3.420 ton dengan nilai Rp468 miliar pada 2024 atau tumbuh 8,2 persen. Proyeksi 2025 diperkirakan mencapai 3.800 ton dengan estimasi nilai Rp512 miliar.


Kepala KPP Pratama Kendari, Calvin Octo Pangaribuan, menegaskan pentingnya integrasi data sebagai dasar kebijakan fiskal. “Data lalu lintas komoditas bukan sekadar catatan operasional, tetapi peta strategis yang memastikan setiap aktivitas usaha berkontribusi adil bagi negara. Tren dua tahun terakhir memberi kami kerangka estimasi yang lebih presisi,” ujarnya.


Kepala Balai Karantina Sultra, drh. A. Azhar, menambahkan komitmen lembaganya dalam mendukung sinergi tersebut. “Kami memastikan keamanan komoditas sekaligus menyediakan data yang dapat memperkuat kebijakan fiskal. Kolaborasi ini penting bukan hanya untuk stabilitas penerimaan, tetapi juga bagi keberlanjutan ekonomi daerah,” tegasnya.


Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sulselbartra, Sigit Purnomo, turut memberikan apresiasi atas sinergi ini. “Kolaborasi antara KPP Pratama Kendari dan Balai Karantina Sultra adalah contoh nyata bagaimana data dan koordinasi lintas instansi dapat menjadi motor penggerak peningkatan penerimaan negara. Inisiatif seperti ini memperkuat fondasi fiskal kita sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.


Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat pertukaran data, meningkatkan kualitas pemetaan potensi pajak, serta mendorong percepatan penerimaan negara pada 2025. Sinergi berbasis data riil dan analisis terukur ini menjadi kunci menjaga stabilitas penerimaan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi wilayah.

Iklan