,

Menu Utama

Melahirkan Diam-diam di Teras Rumah, Orang Tua Bayi yang Dibuang di Sinjai Tengah Dijerat Pasal Perlindungan Anak

Andika Arya
, Rabu, September 17, 2025 WIB Last Updated 2025-09-17T04:41:44Z

Press release Polres Sinjai di aula Polres Sinjai. (Ist)

KABARSINJAI.COM, - Teka-teki orang tua Bayi perempuan baru lahir yang ditemukan di semak-semak di Dusun Bole, Desa Saohiring, Kecamatan Sinjai Tengah terpecahkan. Keduanya kini telah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian.


Mereka adalah KE (22), seorang mahasiswi asal Dusun Bole, Saohiring, Sinjai Tengah, dan P (26), seorang petani dari Dusun Cakkelembang, Turungan Baji, Sinjai Barat. Keduanya menjalin hubungan kekasih.


Kapolsek Sinjai Tengah Iptu Tenri Gangka, membeberkan jika KE mahasiswi salah satu kampus di Sinjai melahirkan di teras rumah sekira pukul 05:00 WITA tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Kemudian Bayi mungil tersebut disimpan di semak-semak, setelah sebelumnya ada kesepakatan antara KE dan P untuk membuang bayi malang tersebut.


"Ada bukti chat WhatsApp. Kesepakatannya dibuang. Jadi motif pembuangan bayi diduga karena rasa takut dan malu atas kehamilan yang tidak diinginkan," jelasnya dalam Press Release Polres Sinjai bersama Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Andi Asrul, Rabu (17/9/2025).


Atas perbuatannya, KE disangkakan melanggar Pasal 305 KUHP Jo Pasal 77B UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sedang P dikenakan Pasal 55 KUHP Jo Pasal 305 KUHP sebagai pihak yang turut serta dalam tindakan tersebut.


"Ancaman pidananya adalah  penjara paling lama lima tahun enam bulan," tegasnya.


Diberitakan sebelumnya, bayi perempuan ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA dalam kondisi lemah di Desa Saohiring, Kecamatan Sinjai Tengah.


Pada penyelidikan awal, polisi menemukan bercak darah di jalan setapak kebun, sekitar 200 meter dari lokasi penemuan bayi. Petunjuk tersebut mengarah ke rumah milik JN (41), tempat KE tinggal.


Setelah dilakukan interogasi, KE mengakui bahwa ia melahirkan bayi tersebut sendiri di teras rumah sekitar pukul 05.30 WITA, dan kemudian membuangnya. Bayi segera dibawa ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan medis. (*)

Iklan