Hari Santri tingkat Kabupaten Sinjai yang puncaknya pada tanggal 22 Oktober 2026 mendatang . Sejumlah agenda utama dibahas dalam rapat persiapan, termasuk pelaksanaan muhayyam selama tiga hari hingga upacara puncak Hari Santri.
Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar dan melibatkan seluruh unsur Pondok Pesantren di Kabupaten Sinjai.
Dalam pembahasan, muhayyam atau perkemahan santri direncanakan berlangsung selama tiga hari yang rencananya akan di pusatkan di Bumi Perkemahan Stafion H. Andi Bintang Sinjai , Dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pendisikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Syamsu Alam berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk memperkuat karakter, kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan serta nilai-nilai keislaman.
Selain muhayyam, rapat juga membahas persiapan upacara puncak Hari Santri yang akan dipusatkan di Alun Alun Sinjai Bersatu dan akan melibatkan peserta dari kalangan siswa, santri dan madrasah yang berada di wilayah kecamatan sinjai utara di Kabupaten Sinjai.
Kata Syamsu Alam dengan keterlibatan siswa dan santri dalam upacara puncak nantinya dapat memberikan pengalaman sekaligus menanamkan semangat perjuangan para santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan dan persatuan.
Panitia juga membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kesiapan peserta, koordinasi antar unit kerja dan madrasah, susunan kegiatan, hingga aspek keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Melalui rapat persiapan ini, Kementerian Agama Kabupaten Sinjai menargetkan pelaksanaan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dan madrasah dalam membangun generasi yang religius, berkarakter dan memiliki semangat kebangsaan.
Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri sekaligus meneguhkan komitmen generasi muda dalam menjaga agama, persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).




