,

Menu Utama

UKM KPI Unhas Jajaki Kemitraan dengan Platform Pertanian Digital untuk Petani Bone

Stmniar
, Jumat, Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T12:00:19Z


KABARSINJAI.COM, - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melakukan audiensi dengan platform ekosistem pertanian digital, Maxxi Tani, Rabu (1/7/2026) Lalu.


Hal tersebut guna membuat peluang kemitraan bagi petani binaan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperluas akses petani terhadap teknologi pertanian modern, pendampingan usaha, serta skema pembiayaan yang lebih terjangkau.


Pada pertemuan tersebut Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Fadel Muhammad S dan Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya memaparkan mengenai program Mannennungeng: Smart Hydro Loop, serta  kebutuhan petani binaannya mulai dari akses alsintan, pendampingan teknis dan digitalisasi usaha tani untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi biaya produksi.


"Kemitraan ini akan membuka akses petani binaan terhadap teknologi dan pendampingan yang selama ini sulit dijangkau," ujar Fadel Muhammad.


Sementara itu, Perwakilan Maxxi Tani, Baharuddin menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menawarkan sejumlah skema kerja sama, seperti penyediaan alsintan dan sarana produksi, pendampingan teknisnhingga skema pembayaran setelah panen yang dapat meringankan beban modal petani. 


"Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami siap mendampingi petani binaan secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan hingga pascapanen," ujarnya.


Audiensi ini menjadi bagian dari rangkaian program Mannennungeng yang bertujuan memperluas akses petani binaan terhadap teknologi dan pasar. Diharapkan, petani di Desa Kajaolaliddong dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengelola usaha taninya.


"Kami berharap Maxxi Tani dapat menjadi mitra strategis bagi petani binaan, tidak hanya dalam hal akses alat, tetapi juga pendampingan budidaya yang berkelanjutan," harap Aydil Fitra Mulya.(*)


Iklan